Hati-hati Abon/Dendeng BABI Berlabel HALAL

5 Merek Dendeng/Abon Positif Mengandung Babi

  1. Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi
  2. Abon/Dendeng Sapi Cap Limas
  3. Abon/Dendeng Sapi Cap ACC
  4. Dendeng Sapi Istimewa Beef Jerky Lezaat
  5. Dendeng Sapi Istimewa No. 1 Cap 999

MUI Yakin Label Halal di Dendeng/Abon Babi Palsu

Jakarta – 5 Merek dendeng/abon dinyatakan mengandung DNA babi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Namun anehnya, produk-produk itu dilabeli ‘halal’. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan menduga, label tersebut palsu.

“Nama perusahaannya saja nggak jelas, nomor sertifikasi halal juga saya nggak tahu ada atau nggak. Saya yakin ini penipuan,” kata Ketua MUI Amidhan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/4/2009).

Amidhan mengaku memang belum mengecek apakah produk-produk yang disebutkan BPOM itu pernah diperiksa oleh MUI atau tidak. “Makanya kita akan cek, tapi kalau dilihat dari tanda-tandanya itu palsu,” tandasnya.

Amidhan juga membantah MUI telah kecolongan dalam mengeluarkan sertifikasi halal suatu produk. Menurutnya, sertifikasi halal tersebut sangat transparan dan terjamin.

“Kalau sudah pernah kita periksa dan kita nyatakan halal, itu pasti halal, kita jamin itu. Nggak mungkin kita kecolongan karena pemeriksaan kita itu meliputi pemeriksaan lapangan dan laboratorium,” kata Amidhan.

Sertifikasi itu, kata Amidhan, berlaku selama 2 tahun. Perusahaan harus mengajukan perpanjangan sertifikat halat tersebut sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum masa habis.

“Jadi nanti diteliti ulang seperti mekanisme awal,” kata Amidhan.

Tapi apakah tidak mungkin jika produk tersebut memang telah bersertifikat halal namun ada penyimpangan? “Ya mungkin saja sudah lolos uji halal tapi di tengah jalan ada penyimpangan. Itu pengawasan bukan di MUI tapi di pemerintah,” tandas Amidhan.

Amidhan pun meminta aparat melacak kasus ini secara tuntas. “Kalau tidak, pengusaha tidak akan jera,” katanya.

Amidhan mengatakan, kalau perusahaan tersebut terbukti memasang label halal tapi produknya tidak halal, dia akan dikenai dua undang-undang yakni UU Perlindungan Konsumen dan UU Pangan. Ancamannya denda Rp 2 miliar dan kurungan 5 tahun.

“Tapi kalau dia nggak mencantumkan label halal, ya dia tidak kena itu. Paling dia kena penipuan saja,” kata Amidhan.    Lihat VIDEO Terkait

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: